Tampilkan postingan dengan label MAMAN FIRMANSJAH 1977-1994. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAMAN FIRMANSJAH 1977-1994. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2020

RAHASIA PERKAWINAN / 1978



Dina terjerumus dalam perzinahan dengan Ir. Bram, anak buah suaminya sendiri yang selalu menampilkan sikap keras sebagai kompensasi atas impotensinya dan agar berwibawa di depan karyawannya. Husein, salah seorang anak buahnya yang mengetahui kelemahan bossnya, berusaha mendekati Dina, tapi ditolak. Husein panas, sementara perbuatan zinah Dina dan Bram diketahui oleh lingkungan masyarakat. Dina harus menjalani hukuman digunduli rambutnya. Bram yang berusaha menyelamatkan diri tewas ketika mobilnya menabrak pohon. Situasi emosional masyarakat kembali reda dengan hadirnya seorang tokoh masyarakat.
Yatie Octavia sempat mengalami luka bakar saat pengambilan gambar adegan keluar dari gubuk yang dibakar rakyat. Peristiwa ini menimbulkan masalah asuransi pemain dan karyawan film. Kesediaan Yatie Octavia digunduli merupakan sensasi tersendiri. Film terlaris I di Jakarta, 1979, dengan 178.007 penonton, menurut data Perfin.

1980
Pemenang di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Film Terlaris 1979-1980
Penghargaan: Piala Antemas
1979
Pemenang di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Pemeran Pembantu Pria Terbaik Ke-II
Penghargaan: Piala Kompas
Penerima: Farouk Afero
Unggulan di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Pemeran Pembantu Wanita Terbaik
Penghargaan: Piala Citra
Penerima: Rina Hassim
Unggulan di Festival Film Indonesia, Indonesia
Kategori: Pemeran Pembantu Pria Terbaik
Penghargaan: Piala Citra
Penerima: Farouk Afero

Minggu, 30 Januari 2011

MAMAN FIRMANSJAH 1977-1994



Lahir Selasa, 05 Pebruari 1935 di Bandung. Pendidikan : SLA. Sebelum kerja di film, Maman adalah karyawan PNKA Bandung (1960-1962), kemudian menjadi pegawai Pemda Tk. II Kuningan (1963-1965).Antara tahun 1965-1968 ia menjadi Ajjen Korem 63/SGD Cirebon.Kesempatan pertama terjun ke film diperolehnya tahun 1970 dengan jabatan Juru Catat untuk film "Romansa". Mulai meningkat menjadi Pembantu Sutradara sejak tahun 1971 lewat film "Illu-sia". Jabatan ini dipegangnya sampai tahun 1976 dan telah ikut menyelesaikan sekitar 7 buah film. Menjadi Sutradara penuh sejak tahun 1977 lewat film "Gitar Tua Oma Irama" menyusul kemudian film "Darah Muda". Filmnya yang lain "Siulan Rahasia" (1977), "Begadang" (1978), "Raja Dangdut" (78) dan lain-lain.

MILIKKU1979MAMAN FIRMANSJAH
Director
PERASAAN PEREMPUAN 1990 MAMAN FIRMANSJAH
Director
MUSNAHKAN ILMU SANTET 1989 MAMAN FIRMANSJAH
Director
BEGADANG 1978 MAMAN FIRMANSJAH
Director
ANAK-ANAK TAK BERIBU 1980 MAMAN FIRMANSJAH
Director
KOMAR SI GLEN KEMON MUDIK 1990 MAMAN FIRMANSJAH
Director
KAWIN KONTRAK 1983 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SI KABAYAN SABA METROPOLITAN 1992 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SI KABAYAN SABA KOTA 1989 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SI KABAYAN DAN GADIS KOTA 1989 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SI KABAYAN MENCARI JODOH 1994 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PENGAKUAN 1988 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PENGABDIAN 1984 MAMAN FIRMANSJAH
Director
DARAH MUDA 1977 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SETETES NODA MANIS 1994 MAMAN FIRMANSJAH
Director
DI BALIK CINTA EVA 1994 MAMAN FIRMANSJAH
Director
GITAR TUA OMAR IRAMA 1977 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PERMAINAN DI BALIK TIRAL 1988 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PERJUANGAN DAN DOA 1980 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PENGORBANAN 1982 MAMAN FIRMANSJAH
Director
CUBIT-CUBITAN 1979 MAMAN FIRMANSJAH
Director
IDOLA REMAJA 1985 MAMAN FIRMANSJAH
Director
CINTA YANG BERLABUH 1989 MAMAN FIRMANSJAH
Director
SIULAN RAHASIA 1977 MAMAN FIRMANSJAH
Director
INI RINDU 1991 MAMAN FIRMANSJAH
Director
BARANG TERLARANG 1983 MAMAN FIRMANSJAH
Director
RAHASIA PERKAWINAN 1978 MAMAN FIRMANSJAH
Director
DI SANA SENANG DI SINI SENANG 1990 MAMAN FIRMANSJAH
Director
DALAM PELUKAN DOSA 1984 MAMAN FIRMANSJAH
Director
BIRAHI DALAM KEHIDUPAN 1987 MAMAN FIRMANSJAH
Director
PUTRI GIOK 1980 MAMAN FIRMANSJAH
Director
RAJA DANGDUT 1978 MAMAN FIRMANSJAH
Director
GAIRAH YANG NAKAL 1993 MAMAN FIRMANSJAH
Director
BOLEH RUJUK ASAL... 1986 MAMAN FIRMANSJAH
Director
GEJOLAK KAWULA MUDA 1985 MAMAN FIRMANSJAH
Director

SIULAN RAHASIA / 1977



Kadir (Nino Sri Budoyo), menjadi yatim piatu karena berjangkitnya wabah kolera. Oleh guru kelasnya ia dititipkan di rumah keluarga Muharam (Bagong Kussudiardjo), yang masih ada hubungan saudara dengan Kadir. Kadir diterima sebagai pembantu di rumah itu. Tugasnya antar-jemput anak-anak Muharam dan berbelanja. Karena sikapnya, Kadir disukai seluruh isi rumah bahkan anak-anak yang dilaluinya pulang dari belanja. Dengan Tono (Narotama Kussudiardjo) dan Tini (Ria Irawan), anak Muharam, mereka punya kebiasaan bersiul sebagai kode. Suatu ketika, saat keluarga itu sedang menjenguk ayah Ny. Muharam yang tengah sakit, datang perampok. Kadir yang pulang belanja dari pasar, berhasil menyelinap ke mobil perampok. Di sarang penjahat ia disekap, sampai datang polisi yang berusaha membongkar kejahatan itu.

Polisi, Muharam, Tono, polisi, dan kawan-kawan Kadir menyamar sebagai pengamen topeng monyet. Ketika mendekati kamar penyekapan Kadir, Tono mendengar siulan rahasia yang dikenalnya. Maka, yakinlah mereka bahwa Kadir ditahan di sana. Kadir kemudian bisa meneruskan sekolahnya bersama Tono dan Tini.

P.T. SJAM STUDIO

MILIKKU / 1979



Rafiq (A. Rafiq) dan Emma (Diana Yusuf) akrab sejak kecil di panti yatim piatu. Nasib memisahkan mereka. Emma diangkat anak oleh Nurdin (WD Mochtar), pengusaha, sedang Rafiq diambil oleh seorang seniman. Setelah besar, Rafiq pindah ke Jakarta mencoba peruntungannya. Tidak mudah. Ia terpaksa jualan obat bersama temannya, Rachman (Farouk Afero). Waktu ia membantu seorang perempuan yang kecopetan, ternyata perempuan itu adalah pembantu rumah Emma. Maka kembali bertemulah Rafiq dan Emma yang pura-pura ganti nama jadi Diana. Dan atas bantuan Emma, Rafiq diterima bekerja di tempat ayah angkatnya. Hubungan Emma-Rafiq tentu saja tak disetujui, sebelum akhirnya disetujui.
P.T. DINO DE YUKAWI FILM

PUTRI GIOK / 1980



Ini adalah film percintaan mirip romeo dan juliet yang beda ras. Pribumi dan Cina, keduanya saling jatuh hati. Tapi yang tragis dari cerita ini adalah bagaimana seorang ayah menggunduli kepala putrinya. Semua orang waktu menonton film ini sangat tersentuh. Bagaimana bisa seorang ayah menghilangkan mahkota putrinya itu dengan cara menggundulinya. Film ini juga dibalut oleh nasionalisme orang keturunan cina yang sudah menjadi bagian dari masyarakat indonesia.

Seorang pengusaha keturunan Cina, Han Liong Swie (Hengky Nero), mempunyai seorang putra, Han Tek Liong (John Gunadi) dan seorang putri, Han Giok Nio (Dian Ariestya). Kedua anak tersebut terlibat cinta dengan gadis dan pemuda pribumi. Pada mulanya Han Liong Swie bisa toleran, tetapi atas pengaruh teman bisnisnya, seorang keturunan asing bukan Cina (Farouk Afero), Han mendadak berubah pikiran dan menentang keras hubungan cinta anak-anaknya itu dengan orang pribumi. Situasi keluarga itu menjadi panas, hingga memuncak pada pembabatan rambut Giok Nio sampai gundul, agar hubungannya dengan pemuda pribumi, Herman (Hermansyah) terputus. Merenungkan kembali tindakannya, dalam benak ayah itu terlintas bayang-bayang tragis, putrinya bersama kekasihnya mengambil jalan sesat melakukan bunuh diri di air terjun. Bayang-bayang maut bagi anaknya yang selalu menghantui itu, akhirnya menyadarkan pikirannya, sehingga anak-anaknya bebas menentukan pilihan jodohnya.

P.T. SJAM STUDIO

PENGORBANAN / 1982

PENGORBANAN


Hubungan cinta antara Rhoma (Rhoma Irama) dan Rika (Ricca Rachim) telah terjalin begitu jauh. Tetapi, agaknya Rika juga berat menolak permintaan ayahnya untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Sementara itu Rika mempunyai sahabat kental, Ani (Yatie Octavia). Terjadi keunikan dalam pergaulan antara Rika dan Ani, yaitu saling merahasiakan siapa sebenarnya kekasih mereka masing-masing. Terlebih bagi Ani yang pernah mengalami kegagalan cinta. Dalam sebuah pesta ulang tahun Ani, terjadilah pertemuan yang tak terduga, bahwa kekasih Rika yang selama ini dirahasiakan rupanya adalah kekasih Ani juga. Untung mereka masih bisa menguasai situasi. Akhirnya, mengertilah bahwa Ani sepantasnya buat Rhoma. Sedang Rika terpaksa memenuhi harapan orang tuanya meneruskan studi ke luar negeri.
P.T. RHOMA IRAMA FILM

PENGABDIAN / 1984



Rhoma (Rhoma Irama) yang terlalu sibuk dengan urusan musik, membuat istrinya, Ani (Ricca Rachim), menderita batin. Ani tidak pernah menampakkan kekecewaannya, tetapi ia lalu jatuh sakit yang membuatnya menderita kebutaan. Menyadari kondisi istrinya yang demikian, Rhoma kemudian rela meninggalkan dunia musik dan beralih usaha di bidang peternakan di desa.

Menekuni usaha yang kurang dia kuasai ternyata amat sulit. Belum lagi tantangan yang datang dari peternak lain terdekat, yang merasa bakal tersaingi. Hal terakhir itulah yang kemudian memuncak pada perselisihan dan perkelahian. Keluarga Rhoma menjadi tak tenteram. Akhirnya, Rhoma memutuskan untuk kembali ke dunia musik.
P.T. NAVIRI FILM

BOLEH RUJUK ASAL... / 1986



Herman (Roy Marten), Vero (Veronica), dan ketiga anaknya hidup bahagia meski dalam keadaan sederhana. Usaha Herman yang awalnya gagal, akhirnya berhasil berkat bantuan Vero yang menjual perhiasan warisan ibunya dan bantuan Gatot (Mansyur Syahdan), yang pernah dibantu ibu Vero. Keberhasilan malah memukul kebahagiaan tadi. Herman menikah dengan sekretarisnya, Santi (Enny Haryono), sahabat Vera, yang dipekerjakan di perusahaan keluarga tadi karena Herman menginginkan Vero lebih memberikan perhatian pada anak-anak.

Maka perceraian tak terhindarkan, apalagi Herman mendengar kabar angin bahwa Vero serong. Keadaan Vero dan anak-anaknya makin menderita, meski sudah dibantu Gatot. Vero digambarkan sebagai wanita tabah dan terus menasehati anak-anaknya agar tak membenci ayahnya. Usaha Herman akhirnya jatuh. Ia tak bisa membayar hutang, karena hartanya dibawa lari Santi. Di malam lebaran, Herman mencari rumah istri dan anak-anaknya yang sudah pindah ke kampung. Rujuk kembali.

Dihiasi lagu-lagu dangdut karya Veronica yang dimainkan oleh Soneta Girls. Kisah film mungkin diilhami perceraian Veronica dengan Rhoma Irama, atau menggunakan kesempatan perceraian itu.

BIRAHI DALAM KEHIDUPAN / 1987



 Film yang sarat dengan penerangan keluarga berencana ini berawal dari Paula (Rani Soraya) yang berhasil mengatasi gejolak biologis remajanya. Lantas muncul Gatot (Robin Panjaitan) yang memacari teman sekolah Paula. Hubungan terakhir ini kelewat batas dan terjadi pengguguran kandungan, karena Gatot tewas dalam kecelakaan. Teman Paula juga meninggal. Di tengah cerita ini digelar pelajaran tentang bahaya sakit kelamin, operasi caesar, dll.

PENGAKUAN / 1988



Karena kehilangan suami dan anak akibat keganasan perampok yang juga memperkosa dirinya, Lasmi (Uci Bing Slamet) berangkat ke Jakarta. Di stasiun Gambir ia terjebak pemuda yang membawanya ke pelacuran. Di tempat ini ia berkenalan dengan Budiman (Tio Pakusadewo), yang selalu memberi uang tanpa menidurinya, karena Budiman ingin mengangkat Lasmi dari tempat itu. Tindakan Budiman ini dilandasi niat menebus dosa, karena akibat perbuatannya, istri dan anaknya meninggal. Untuk bisa lepas, Budiman mengencani Lasmi di luar dengan pengawalan. Ternyata pengawal itu adalah perampok yang membunuh suami dan anaknya. Budiman yang sudah mengontak polisi, lalu bisa membuat pengawal tadi ditangkap. Ia bersama Lasmi lalu menuju kehidupan baru.
P.T. ANDALAS KENCANA FILM

PERASAAN PEREMPUAN / 1990



Anita (Sally Marcelina) dalam keadaan sakit-sakitan mendatangi bekas suaminya, Sutopo (Rano Karno), untuk minta izin menengok anaknya yang ditinggalkannya sejak bayi. Sutopo menolak. Dan kisah kembali ke masa awal. Perkawinan "paksa" Sutopo-Anita karena kemauan ibu Sutopo, tidak bahagia. Sutopo sibuk dengan kerja, hingga Anita kembali pada pacar lamanya, Freddy (Leroy Osmani), yang lalu mengajaknya lari. Ternyata Freddy ini bajingan dan penjudi. Karena kalah judi, Anita dijadikan bayaran kekalahannya. Anita atas dorongan Freddy malah jadi pelacur kelas tinggi sampai kelas pinggir jalan di masa tuanya, bahkan rumahnya digusur, sementara Freddy ditahan polisi. Kisah ini dijalin dengan Sutopo yang membesarkan anaknya Farida alias Ayang (Deasy Mulyadi, Vivi Samodro). Pada usia sekitar lima tahun, Ayang sangat merindukan ibunya. Anita yang dicari tak ketemu, hingga akhirnya Sutopo minta pacar lamanya, Mirna (Marissa Haque), untuk jadi ibu Ayang. Pada usia 17, Ayang mendengar pembicaraan orangtuanya, hingga ia lalu mencari ibu kandungnya sesuai dengan informasi dari tetangganya. Di Jakarta pencarian tak ketemu, meski mereka sudah saling berpapasan. Sahabat Sutopo, Amir (Deddy Mizwar) lalu mengarang cerita bahwa yang dimaksud tetangganya itu adalah pengasuhnya.

Cerita yang sama anehnya kembali diulang oleh Anita di akhir film, waktu Ayang menemui ayahnya di kantor dan ketemu dengan Anita. Ayang curiga dengan sikap Anita dan lalu mengejar Anita di jalan dan memanggil mama.

P.T. BOLA DUNIA FILM

KOMAR SI GLEN KEMON MUDIK / 1990



Glen Kemon anak kampung dengan nama asli Komar. Ia berubah banyak setelah tinggal di kota. Dandanannya aneh dan tingkahnya membingungkan orang-orang kampung. Ketika ia naksir Oneng (Deasy Ratnasari), Bu Wira (Ade Irawan) tak setuju anaknya pacaran dengan makhluk aneh itu. Oneng tak perduli. Ia bahkan tegas-tegas menolak pula cinta Kang Ibing demi Kemon. Karena banyak masalah, Oneng lalu bersedia dibawa kabur Kemon ke Jakarta. Di seputar inilah berbagai kelucuan dirangkai cerita dengan setting kehidupan budaya masyarakat Sunda di Jawa Barat.

DI SANA SENANG DI SINI SENANG / 1990



Suparmi (Illa Doth), gadis desa gembrot, pergi ke kota untuk meneruskan kuliah di Universitas Pasti Lulus alias Unpalul. Di tempat kos maupun kuliah ia jadi bahan ejekan terus, hingga atas usul seseorang ia pergi ke dukun bedah plastik dan jadi cantik. Parmi yang cantik (Yatie Octavia) tetap saja jadi bahan keributan. Ia jadi rebutan sesama mahasiswa maupun dosen. Setelah sarjana ia pulang kampung untuk syukuran dan kembali ke pacar lamanya di desa. Sebuah banyolan.

P.T. JONASTRA FILM

GAIRAH YANG NAKAL / 1993



Lisa (Kiki Fatmala) adalah wanita cantik yang luar biasa. Karirnya menanjak cepat, hingga menjadi sekretaris direktur Budi Warsito (Reynaldi), suami Sisca (Inneke Koesherawati), dan ayah angkat Roy (Teguh Yulianto). Tak puas dengan karir, Lisa bermain api dengan Budi untuk menguras hartanya. Bersama Leo (James Sahertian), Lisa mengatur perampokan dan pembunuhan terhadap sopir keluarga Budi. Leo lalu menggantikan kedudukannya. Sisca kemudian mati pula. Ketika Roy pulang dari belajar di Amerika, Lisa baru tahu bahwa harta Budi dan Sisca telah diwasiatkan seluruhnya buat Roy. Lisa lalu mendekati Roy dan berhasil. Budi cemburu dan mati waktu berkelahi dengan Roy. Ketika Polisi hendak menangkap Roy, tiba-tiba seorang pembantu mengadu bahwa dalang dari semua kematian itu adalah Leo.

P.T. RAPI FILM

INI RINDU / 1991

INI RINDU


Usai pertunjukan, Farid (Farid Hardja) melihat Tommy (Ari Wibowo) dan Anna (Anna Valiana) dikejar-kejar penjahat, karena dua remaja ini melihat penjahat tadi menyiksa seseorang. Farid menyelamatkan mereka tanpa tahu ujung pangkalnya. Maka sebagian besar cerita bersoal tentang penjahat dan dua remaja tadi plus Farid dalam banyolan yang sudah mendekati kekonyolan. Dikilaskan pula dalam gaya sama: keserakahan produser, kekonyolan manajer, pembajakan kaset, keinginan panitia-panitia pertunjukan yang ingin mengeruk keuntungan dari popularitas Farid. Cuma yang paling penting akhirnya, adalah Farid menyanyikan lagu "Karmila" di awal, dan "Ini Rindu" di akhir film.

CINTA YANG BERLABUH / 1989



Sumarni (Marissa Haque) menjemput anaknya, Gerry (Hengky Tornando). Ia tak mau mengaku dirinya ibu kandung, tapi saudara kembar, karena malu akan pekerjaannya sebagai bekas pelacur dan germo. Ibu kandung Gerry dikatakan sudah meninggal. Waktu mengandung Gerry, ayahnya pulang ke Amerika dan tak pernah kembali. Masalah timbul ketika Gerry akan menikah dengan Linda (Sally Marcelina). Marni kebetulan tahu ayah Linda adalah suaminya yang hilang itu. Ia berusaha mencegah dan mengaku sebagai ibu kandung Gerry, tapi Linda mengatakan bahwa dia anak tiri dan mengusir Marni.
P.T. ANDALAS KENCANA FILM

SETETES NODA MANIS / 1994



Dewi (Inneke Koesherawati) setelah tiga tahun di Jerman, kembali bertemu dengan Edo (Reynaldi) di sebuah diskotik. Kendati tak pernah berkomunikasi, Edo sebenarnya masih mencintai Dewi. Tetapi, Dewi lebih memilih Rony (Sabar P. Syarief), kawan akrab Edo yang pada malam itu diperkenalkan. Edo dan Rony adalah eksekutif muda yang kaya karena warisan orangtua. Edo mempunyai kebiasaan lebih baik, suka bangun pagi dan rajin bekerja. Sementara Rony lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berjudi, biasa bangun siang dan pemalas. Dewi langsung jatuh cinta pada Rony dan langsung menikah. Rumah tangga baru yang ternyata tidak bahagia, membuat Dewi selalu teringat masa lalunya yang romantis bersama Edo. Sedang Edo sendiri memang terus membayangi dan terang-terangan menyatakan masih mencintainya. Tak pelak lagi terjadi ketegangan di antara kawan yang semula akrab ini. Suatau malam, Rony berniat menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan kekerasan.

Edo yang menguasai bela diri, dapat mengalahkan Rony dan kawan-kawannya. Akhirnya Dewi memang jatuh ke pelukan Edo. Adegan ranjang yang berlebihan agaknya memang menjadi menu utama.

P.T. RAPI FILM

MUSNAHKAN ILMU SANTET / 1989



Film ini dibuat setelah banyaknya film-film yang bertema mistik, santet dan horor. Ada ledekan dari film ini untuk menuntaskan hal itu semua, juga ceritanya adalah menumpas orang-orang yang melakukan ilmu santet.

Yang menarik juga masuknya bintang sexy dan gala Joice Erna yang sebelum banyak memainkan film laga (action) yang sexy ini untuk menggantikan Suzzana, Tetapi penonton sudah teridentik santet adalah Suzzana, sama halnya sengan sudel bolong adalah suzzana.

Pesta perkawinan Hindun (Joice Erna) dikacaukan oleh Rudy (Rudy Salam) yang sedang mencoba ilmu hitamnya. Mempelai laki-laki dan ayah Hindun meninggal. Hindun lari dan hampir kena tikam Rudy, seandainya Ratu Santet (Devi Ivonne) tidak turun tangan. Berkat Ratu Santet, Hindun berubah penuh angkara dan ingin balas dendam. Helmi (Hengky Tornando), pernah jadi pacar Hindun, mendengar peristiwa ini dan ingin menyelesaikan. Rudy mendengar niat ini dan lalu menyuruh anak buahnya untuk melenyapkan Helmi. Hindun menghadang dan melenyapkan anak buah Rudy satu per satu. Terakhir Rudy yang jadi korbannya. Helmi berdoa agar roh Ratu Santet terpisah dari tubuh Hindun, hingga Hindun sadar.
Pesta pernikahan Hindun (Joice Erna) dihancurkan oleh Rudy (Rudy Salam) yang sedang menjajal ilmu hitam. Dengan bantuan tiga penyihir hitam lainnya, dia menyerang para tamu pernikahan. Banyak tamu dan pengantin pria dan ayah Hindun meninggal. Hindun melarikan diri tetapi dia ditangkap dan dikorbankan pada saat Pemanggilan, tetapi dia dibantu oleh Ratu Santet (sihir hitam). Karena Ratu Santet, Hindun menjadi penuh amarah dan dendam. Helmi (Hengky Tornando) yang pernah menjadi kekasih Hindun mendengar kejadian tersebut dan berniat untuk menyelesaikannya. Rudy mengirim anak buahnya untuk membunuh Helmi. Hindun menghentikan mereka dalam perjalanan dan menghancurkan anak buah Rudy satu per satu. Akhirnya Rudy pun menjadi korbannya. Helmi kemudian berdoa agar Ratu Santet pergi dari tubuh Hindun, dan akhirnya Hindun tersadar.

Lagi-lagi kisah balas dendam yang dipenuhi ilmu hitam, berbagai mantra, dan duel sihir. Setelah awal yang kuat, sebagai keseluruhan pesta pernikahan melalui ilmu hitam dibunuh, meratakan film sedikit sebelum akhirnya kembali semua register ditarik. Salah satu penyihir Rudy yang lain berubah menjadi semacam monster pohon. Cabang-cabang tumbuh dari mulutnya dan membungkus dirinya di sekitar Hindun. Rudy kemudian melemparkan pisau berputar ke Hindun, yang selalu lebih besar dalam penerbangan. Tapi Black Magic Queen menangkap sawblade dan membuatnya terbang kembali ke tempat yang menembus kepala penyihir. Banyak juga orang yang terbakar, termasuk seorang gadis yang dibakar oleh Rudy yang meletakkan tangannya di atas kepala gadis itu dan dia benar-benar terbakar dari dalam ke luar. Duel terakhir antara Hindun dan Rudy akan digelar dengan bola api dan belati magis. Ada beberapa tubuh terbakar yang mengerikan dan adegan berdarah lainnya, tetapi seringkali mereka juga dipotong di vcd. Sangat disayangkan.


DI BALIK CINTA EVA / 1994



Siska (Malfin Shayna) dan adiknya Eva (Kiki Fatmala) berpisah sejak kecil saat orangtuanya bercerai. Ayahnya ketahuan serong dan diusir dari rumah milik ibunya. Eva mengalami hal sama dengan ibunya. Pacarnya serong. Siska juga mengalami hal yang sama. Suaminya, Revi (Hudi Prayoga) serong dengan Erna (Gitty Srinita), yang entah bagaimana hubungannya hingga bisa tinggal serumah dan berniat menguasai harta Siska dengan bantuan tukang kebun mereka (Jamil Reza). Eva yang kemudian mendatangi Siska hanya sempat sebentar bergaul, karena Siska terbunuh. Kematian Siska menjadi suatu misteri. Selain kematian Siska, Eva mengalami dua kali percobaan pembunuhan, tapi Eva tak mau melibatkan polisi. Semua diselesaikannya sendiri, sampai suatu hari Eva mendengar pembicaraan Revi dan Erna. Eva kemudian mengadu domba mereka berdua hingga saling bunuh.
P.T. JUWITA CITRA FILM CORP.

BEGADANG / 1978



Di warung sebuah kampung sering berkumpul pemuda pengangguran. Mereka bernyanyi dan juga ada yang berjudi. Tetangganya sering mengeluh antara lain orangtua Ani (Yatie Octavia) dan orangtua Heri (Billy Argo) yang berprofesi sebagai hakim.

Rhoma (Rhoma Irama) anak janda miskin, salah satu diantara mereka. Dia sering menyanyikan lagu ciptaannya sendiri, ia belum dapat kerja. Salah seorang kawannya mengajukan agar melamar ke studio rekaman. Berhasil. Rekamannya "meledak". Nasib Rhoma berubah.

Tapi malang masih mengintai, Heri yang naksir Ani pacar Rhoma, membuat persengkongkolan dengan teman-teman yang biasa berjudi di warung dan sering dinasehati Rhoma agar berhenti. Kesempatan datang ketika sepulang rekaman. Rhoma bermaksud membantu seorang hostes yang tewas terbunuh, Rhoma dituduh membunuh dan dipenjara. Akhirnya terbukti siapa sebenarnya sipembunuh, maka berbahagialah Rhoma dan Ani