Tampilkan postingan dengan label TJUT DJALIL 1974-1993. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TJUT DJALIL 1974-1993. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

TJUT DJALIL 1974-1993

TJUT DJALIL


Lahir di Banda Aceh, 11 Oktober 1932. Masuk ke dunia film pada tahun 1964, sebagai penulis skenario. Tahun 1954-1963, Tjut Djalil aktif dalam kegiatan drama, penulis cerpen di Meda. Dengan pendidikan Kursus Elementer Sinematografi, Tjut Djalil bermula menjadi asisten sutradara pada tahun 1966. Dan tahun 1974, dia menjadi sutradara penuh. Film-film yang pernah digarapnya : Ira Maya, Kakek Ateng, Leak, Jaka Sembung dan Bajing Ireng, dan Permainan Tabu. Dan film “Jaka Sembung dan Bajing Ireng” turut ke dalam 12 pilihan Komite Seleksi FFI 1984 Yogyakarta.

Sutradara yang sempat menghebohkan ini dengan pola ramuan, komedi, sexy, sex, dan pertarungan juga sempat menjadi perbincangan banyak orang. Tapi toh dia berhasil mampu dalam mendatangkan penonton dan menambah uang kantong produsernya. Dia adalah sutradara yang paham betul apa mau produser, yaitu rauk keuntungan sebanyak-banyaknya. Bagaimana biar bisa itu terjadi?, yah,..pakai bumbu. Kita harus tau apa kemauan penonton. Kita ikuti trend yang ada pada masa itu, apa yang sedang digandrungi film-film Amerika. Kita bikin dengan versi kita. Untungnya masyarakat Indonesia senang bila tokoh Indonesianya sama persis seperti tokoh yang ada dalam film Amerika itu. Artinya tidak kalah. Begitu juga untuk urusan, bumbunya.

NAMA YANG CUKUP BANYAK
Nama komplitnya adalah H.Tjut Djalil. Tetapi film yang dibuatnya sangat banyak menghumbar wanita, sexy dan sex dari sudut wanita. Baik film laga, tetapi tetap mengacu pada wanita sexy, film action nan sexy juga, comedi nan sexy juga, horor nan sexy juga. Semoga gelar Haji pada namanya sudah tidak membuat film begituan lagi. Karena banyak pemain dan sutradara Indonesia yang dulunya membuat film panas dan dimasa tua mereka taat beribadah. Gito Rollis contoh yang paling mudah. Tidak bisa menyalahkan mereka dalam membuat film seperti itu. Karena dasarnya mereka mencontek film Amerika. 

Dan dasarnya adalah film Amerikalah yang menampilkan hal itu semua. Kenapa harus ada wanita nan sexy dalam semua gandre film. Dan kenapa harus ada adegan ranjang dalam setiap film Amerika, minimal ciuman. Dasarnya pembuat film kita mencontek film Amerika yang laku keras, sehingga mereka meniru ramuan tersebut. Tetapi entah kenapa, kalau melihat film asing nan sexy dan panas, kita sebagai orang Indonesia tidak protes, tetapi kalau kita melihat dalam film kita,...selalu protes. Ternyata kita malu berkaca pada diri kita yang sebenarnya. Malu akan kejelekan kita yang ada pada kita. Sungguhpun realitanya itu terjadi, dan di sukai oleh rakyat kita. Tapi kita malu menyatakan diri kita yang sebenarnya. Sutradara yang satu ini cukup unik juga, tetapi biar bagaimana pun film dia dilirik oleh pasar International.

TJUT DJALIL, sutradara yang filmnya lima tahun lalu menghebohkan, Pembalasan Ratu Laut Selatan. "Film Indonesia sekarang sudah murni barang dagangan," kata lelaki berusia 62 tahun ini. Tjut termasuk orang film yang bicara blak-blakan. Coba dengar pendapatnya tentang film Indonesia belakangan ini. "Film Indonesia? Itulah film yang dibuat dengan biaya semurah mungkin, harus laku dijual, tak peduli segi artistik dan alur cerita. Pokoknya, ada adegan cumbu-mencumbu, cium-mencium, polos-polosan, lalu ah-eh-oh." Ia pun tak ingin sok-sokan membuat film horor atau film laga berbumbu seks, karena harus mengeluarkan ongkos untuk adegan-adegan tipuan yang biayanya mahal. Menurut pendapatnya, dunai film Indonesia kini dikuasai oleh produser. Dulu, misalnya, pengedar masih ikut menentukan artisnya. Malah kala itu produser menyetujui saja usul pengedar. Sekarang zaman sudah berbeda, kata Tjut, "produser yang punya duit yang menentukan segalanya. Dari soal cerita sampai bintangnya...." Sutradara tinggal menjalankan apa maunya produser. "Maka, kalau mau jujur, saya membuat film semata karena urusan perut," kata ayah sembilan anak itu, yang mengaku honorariumnya sebagai sutradara kini sekitar Rp 10 juta bersih. Orang Aceh yang pernah menjadi pegawai negeri lalu menjadi wartawan di Medan ini, awal tahun 1960-an, pindah ke Jakarta. Setelah diterima menjadi asisten sutradara, tahun 1974 film pertamanya lahir, Benyamin Spion 025, sebuah film komedi satir. 

Melihat sosok Tjut, sulit membayangkan bahwa dari tangannya lahir film-film merangsang.

Tjut, yang berambut lurus, bertubuh ceking, adalah haji yang rajin salat. Meski dia yang mengarahkan artis untuk membuka ini-itu, ia mengaku tak pernah tergoda. "Mending perempuan desa, asli dan sederhana, jauh dari polesan rias wajah atau manipulasi keseksian karena operasi," katanya. Ia kini menunggu saat "pensiun". Ia mengaku mengalami konflik batin tiap membuat film panas. "Saya punya anak yang bekerja sebagai guru SMA," tuturnya. Itulah salah satu yang menyebabkan konflik batin itu, dan karenanya ia ingin bisa cepat berhenti dari dunia film. RAAM SORAYA, produser yang sudah bikin 50 film, demi film Indonesia mengaku pernah langsung meminta Badan Sensor Film melonggarkan guntingnya. "Saya minta supaya ada pancingan buat penonton, supaya mereka mau masuk bioskop yang memutar film Indonesia. BSF setuju. Dan bioskop luber lagi, bioskop kelas bawah tapi," tuturnya. Raam tidak membantah, filmnya banyak menampilkan adegan seks. "Tapi itu cuma bumbu," ujarnya. Dialah produser Pembalasan Ratu Laut Selatan. Dalam sebelas hari, sebelum terjadi protes dan ia menarik film itu dari peredaran, sudah 500.000 karcis terjual. "Karena film itu diributkan, orang malah penasaran dan mencari film itu," katanya. Ada yang disayangkan Raam, bahwa film-film sekarang bebas ditonton semua umur. Mestinya itu cuma untuk orang dewasa, katanya. Bahkan film komedi Warkop, menurut dia tak cocok ditonton anak-anak, karena banyak adegan buka dada dan paha. Jebolan Institut Teknologi Surabaya ini masuk dunia film dengan menjadi distributor film di Jawa Timur, tahun 1973, terlebih dahulu. Baru tahun 1987 ia mendirikan PT Soraya Intercine Film.

HEBOH SOAL SEX DALAM WAJAH FILM INDONESIA

DUNIA perfilman Indonesia geger lagi. 
Pekan silam, film Pembalasan Ratu Laut Selatan, karya Sutradara Cut Jalil ditarik Badan Sensor Film (BSF) dari peredaran. Film itu dikecam masyarakat sebagai mengeksploitir seks secara murahan. 

Tahun lalu, film Ketika Musim Semi Tiba juga ditarik BSF dari peredaran setelah masyarakat menkritik adegan buka-bukaan yang ditonjolkan Sutradara Bobby Sandy secara berani dalam film tersebut. Sesudah masa tuna-adegan cium dalam film Indonesia diakhiri Sutradara Turino Djunaidi lewat film Jakarta-Hongkong-Macao (1968), sejak itu seks seolah-olah menjadi standar produksi film nasional kita.



Sejak itu media mengulas tentang itu dan terakhir minggu ini, heboh seks di layar putih kita tak kurang dari tiga kali kami jadikan Laporan Utama. Mengapa film nasional kita masih mengeksploitir seks dan sadisme? Ada apa di balik semua itu?

Mereka adalah Teguh Karya, Eros Djarot, Slamet Rahardjo, Djun Saptohadi, Sugiyanto, dan Nyonya Budiati Abiyoga. Dipandu oleh Putu Wijaya, yang pernah membintangi beberapa film nasional, antara lain Malin Kundang, diskusi kami dengan orang-orang film tersebut betul-betul blak-blakan. Hampir tak ada masalah mereka tutup-tutupi, dan hampir semua boleh dikutip. Budiati, misalnya, membeberkan "kerikil-kerikil tajam" yang dihadapi produser. Sugiyanto bercerita tentang soal perbioskopan. 

Eros bicara tentang sutradara kacangan. Semua persoalan itu adalah rantai yang melilit dunia perfilman kita. Keterbukaan orang-orang film tersebut membuat diskusi tak terasa berlangsung hampir lima jam. Meski cukup banyak masukan yang kami peroleh dari diskusi, kami masih mewawancarai orang-orang film lain, baik produser, sutradara, maupun pengamat film. Tim reporter yang kami terjunkan untuk melengkapi bahan Laporan Utama dari lapangan adalah Moebanoe Moera, Budiono Darsono Tri Budianto, Muchsin Lubis, Sri Pudyastuti, Tommy Tamtomo, dan Priyono B. Sumbogo. Mereka, antara lain, berhasil mewawancarai Sutradara Cut Jalil, yang banyak dikecam masyarakat karena film Pembalasan Ratu Laut Selatan yang berbumbu seks itu. Betulkah Cut Jalil "hamba" produser? Ia menjawab semua pertanyaan kami secara blak-blakan.


BEBAS ATURAN MAIN 1993 TJUT DJALIL
Director
SKANDAL IBLIS 1992 TJUT DJALIL
Director
DEPAN BISA BELAKANG BISA 1987 TJUT DJALIL
Director
MISTRI JANDA KEMBANG 1991 TJUT DJALIL
Director
BURONAN 1989 TJUT DJALIL
Director
RANJANG SETAN 1986 TJUT DJALIL
Director
PEMBALASAN RATU LAUT SELATAN 1988 TJUT DJALIL
Director
JAKA SEMBUNG DAN BAJING IRENG 1983 TJUT DJALIL
Director
ATAS BOLEH BAWAH BOLEH 1986 TJUT DJALIL
Director
WANITA DALAM GAIRAH 1994 TJUT DJALIL
Director
PERMAINAN TABU 1984 TJUT DJALIL
Director
LUPA ATURAN MAIN 1990 TJUT DJALIL
Director
RATU BUAYA PUTIH 1988 TJUT DJALIL
Director
SELIR ADIPATI GENDRA SAKTI 1991 TJUT DJALIL
Director
MISTIK 1981 TJUT DJALIL
Director
MENUMPAS PETUALANG CINTA 1989 TJUT DJALIL
Director
GAUN MERAH 1994 TJUT DJALIL
Director
BENYAMIN SPION 025 1974 TJUT DJALIL
Director
IRA MAYA DAN KATEK ATENG 1979 TJUT DJALIL
Director
BERCINTA DENGAN MAUT 1992 TJUT DJALIL
Director
BAGI-BAGI DONG 1993 TJUT DJALIL
Director

BAGI-BAGI DONG / 1993




Dono yang tinggal bersama dua sahabatnya, Kasino, Indro dan pacar mereka masing-masing, Kristine (Kiki Fatmala), Bella (Diana Khan), sering iri karena belum punya pacar. Maka, ia pergi ke dukun dan diberi seekor tikus. Di rumah, tikus itu dilepas dan membuat heboh kedua pacar temannya. Dengan begitu, Dono punya alasan meminta mereka berempat meninggalkan rumah. Kesempatan ini, dipergunakan Dono untuk menunggu gadis kenalan barunya, yang hendak dirayunya di rumah itu. Ketidaktahuan keempat temannya akan maksud Dono, berakibat berantakannya pertemuan yang dirancang dengan susah payah itu.

P.T. SORAYA INTERCINE FILM

KIKI FATMALA
WARKOP D.K.I.
DIANA KHAN
EMRI MARGONO
DIDING BONENG
SIMON PS

WANITA DALAM GAIRAH / 1994

WANITA DALAM GAIRAH


Tara (Inneke Koesherawati), simpanan Johan (Richard L), berkenalan dan lalu jatuh cinta pada Tommy (Andi J Madjid), orang sangat kaya bila melihat punya limusin, kapal pesiar dan rumah sangat mewah. Johan yang ternyata bernama Maruto, punya simpanan lain, yang, seperti Tara, hanya dijanji-janjikan akan dinikahi. 
 
Tara ini dengan mudah digaet Johan dari pramuria karena bercita-cita jadi foto model dan peragawati. Cita-cita ini kesampaian, tapi ia merasa kesal akhirnya dengan Johan karena janji tak pernah dipenuhi. Suatu kali, Sherly (Rara Aziz), sahabat Tara, mendapat kiriman kliping koran yang berisikan foto Johan dan anak-anaknya yang dicari-cari, karena membunuh istri dan anak lalu menghilang. Sherly mendatangi rumah Tara. 
 
Yang dijumpai Johan. Sherly digagahi, tapi berhasil menemukan bukti. Karena takut rahasianya terbongkar, Johan menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Sherly. Tara ketakutan, lalu lari ke Tommy, yang menyatakan bahwa ia memang sudah lama mencari-cari Johan, karena orang ini yang membunuh kakak kandungnya. Johan alias Maruto itu adalah saudara kembar Johan, suami kakak Tommy. Tara disuruh kembali. Johan tahu rahasia terbongkar, tapi Tommy sudah bersiap di luar rumah. Ia masuk dan terjadilah perkelahian yang dimenangkannya. Film dibumbui dengan pameran tubuh Ineke Koesherawati.
 P.T. SORAYA INTERCINE FILM

INNEKE KOESHERAWATI
ANDY JM
RARA AZIZ
ARIEL PRAKOSO
MERDY S
RICHARD L
BARON ACHMADI
SHANTY CAMERON
HERU SUTANTO

BENYAMIN SPION 025 / 1974

BENYAMIN SPION 025


Dalam Surat Izin Produksi, berjudul "Benyamin Spion Konyol".

Direktur pabrik obat Mantra Jampi, Kemisidin (Mang Dudung), mengalami kesulitan karena obat-obatannya banyak dipalsu. Mat Jibrut (Benyamin S), sopir direktur, yang banyak membaca buku James Bond, berniat membantu. Ia pura-pura minta cuti. Dengan uang cutinya ia membeli mantel, topi dan pistol-pistolan. Maka mulailah ia menyelidiki pemalsuan obat, sampai akhirnya berhasil ke sarang sindikat yang dipimpin oleh Wahid Charta (Mansjur Sjah). Polisi datang menyergap markas Wahid, meski tak ada koordinasi sama sekali dengan Jibrut. Sebuah banyolan yang tak sampai jadi parodi, meski sudah meminjam angka 025, seperti 007-nya James Bond.

 P.T. SAPTA YANUAR FILM

BENYAMIN S
MANSJUR SJAH
GRACE SIMON
MIEN BRODJO
LAHARDO
ADE IRAWAN
NURNANINGSIH
MANG DUDUNG
BANG MADI
MPOK ANI

GAUN MERAH / 1994

GAUN MERAH


Setamat SLTA, Sukarsinah (Yohana Alexandra) mencoba mengadu nasib di Jakarta dengan menginap di rumah bibinya. Di sini ia mulai mengalami nasib tragis. Ketika bibinya masuk rumah sakit, Sukarsinah diperkosa pamannya sendiri, Surachman (Amri Margono). Ini bukan perbuatan pertama Surachman, karena sebelumnya ia pernah memperkosa pembantunya, Isah (Nanung). Lari dari rumah bibinya, Sukarsinah berniat jadi foto model. Ia bertemu dengan seorang fotografer yang sesungguhnya pembunuh berdarah dingin. Di tangan fotografer ini Sukarsinah menemui ajal dan mayatnya dibuang ke danau.

P.T. CANCER MAS FILM

YOHANA ALEXANDRA
TEGUH YULIANTO
LELA ANGRAINNI
ROSALINA
EMRI MARGONO
NANUNG
RIZAL SIREGAR
SIMON PS
HERU SUTANTO
RICHARD ESL

PERMAINAN TABU / 1984

PERMAINAN TABU


Riko (Robin Panjaitan)adalah mahasiswa pemalu. Ia bekerja di sebuah persewaaan video. Suatu hari, ia tertarik dengan Irma (Enny Beatrice)mahasiswa sekolah tari yang dijumpai di kantornya. Irma lebih tertarik pada Roy (Sanny Johan) sahabat Riko yang paling matang bergaul dengan perempuan diantara tiga serangkai Riko, Roy dan Hardo (Noto Baskoro) yang bertubuh gendut. Irma dengan Roy yang menyuruh menggugurkan kandungannya. Riko yang sungguh-sungguh mencintai Irma menggugurkan kandungannya dengan menari. Setelah gugur, ternyata Irma kembali pada Roy. Petualangan tiga serangkai di awal film dengan berbagai wanita, dimaksud untuk memberi kesempatan mengumbar erotika perempuan.

P.T. SORAYA INTERCINE FILM

BURONAN (Gembong Wulung) / 1989

BURONAN


Ratih (Yurike Prastica) alias Gembong Wulung adalah pahlawan wanita yang berusaha mengusir penjajah Belanda. Kompeni menjadikannya buronan dengan hadiah besar bagi yang berhasil menangkap. Gembong Wulung dibantu Aradea (Advent Bangun) hampir saja berhasil membebaskan ayahnya, Ario Damar (FX Soes DA) yang dipenjara Kompeni. Belanda memperalat Legawa (Rudy Wahab) dengan bantuan kakaknya, Suganda (Wenda Wijaya). Aradea terluka dan dimasukan ke penjara bersama Ario Damar. Dari Ario Damarlah, Aradea tahu kelemahan Suganda. Maka, setelah berhasil melarikan diri, Aradea bersama Ratih membalas dendam pada Suganda.

P.T. VIRGO PUTRA FILM

YURIKE PRASTICA
MANDRA
ADVENT BANGUN
RUDY WAHAB
FX SOES DA
BUDI PURBOYO
DARWIN
DHONNY SABELLA
WENDA WIJAYA
ZAITAN SULAIMAN
GEIRY BALDY
SIMON CADER

 

MENUMPAS PETUALANG CINTA / 1989



 
Setelah menyelamatkan Ling-Ling (Yurike Prastica) dari penculikan, Jaka (EK Soemadinata) menetap bersama gadis itu di rumah Asih (Ranieta Manopo) yang tinggal dengan ibunya (Widyaningsih). Rumah itu kemudian kedatangan Midah yang mencari Jaka. Asih yang menjadi gundik Tuan Tanah Po Seng (Steady Rimba) mencoba melepaskan diri dengan menyerahkan Midah sebagai pengganti, tapi belakangan ia mengkhawatirkan nasib Midah hingga minta bantuan Jaka menyelamatkan gadis itu. Po Seng yang sewenang-wenang dan menyekap tuan tanah asli bersama putrinya karena menolak dikawini Po seng, akhirnya digempur Jaka bersama Asih, Ling-Ling dan pacarnya, Acai yang kebetulan kakak Po Seng.

P.T. VIRGO PUTRA FILM

YURIKE PRASTICA
E.K. SOEMADINATA
STEADY RIMBA
RANIETA MANOPO
WIDYANINGSIH
BUDI PURBOYO
EDDY S. JONATHAN
KIKI AMELIA
MIMI TANJUNG
DHONNY SABELLA

RANJANG SETAN (Batas Impian) / 1986

RANJANG SETAN


Film ini banyak sekali aliasnya SATANS BED aka RANJANG SETAN aka BATAS IMPIAN aka CAUCHEMAR

Ny. Siska (Linda Husein) membeli sebuah bangunan baru di atas sebuah kuburan Belanda. Ia tinggal bersama anak gadisnya, Meriam (Chintami Atmanegara), kemenakannya, seorang pembantu dan tukang kebun. Mereka merasa diganggu terus dan makin lama makin brutal, banyak yang terbunuh. Dukun yang didatangkan tak berdaya. Kemudian seorang pastor berhasil menyelamatkan keluarga itu dari amukan setan. Akhirnya Siska kembali pada suaminya Baskoro (Mansyur Syahdan)dan pindah dari bangunan itu.

P.T. SORAYA INTERCINE FILM

CHINTAMI ATMANEGARA
RICHIE RICARDO
LINDA HUSEIN
GUSTI RANDA
A. HADI
SOFIA WD
DODDY SUKMA
MANSYUR SYAHDAN
BOKIR
BELKIEZ RACHMAN
SIMON PS
BARON ACHMADI















BERCINTA DENGAN MAUT / (Dangereus Seductress) / 1992

BERCINTA DENGAN MAUT


Film terlaris IV di Jakarta, 1993, dengan 215.161 penonton, menurut data Perfin.
Dalam surat izin produksi berjudul "Petualangan Ratu Pemikat". 
Judul Inggrisnya (karena kerja sama dengan Amerika Serikat): "Scarlet Mirror". 

Kisah sebuah cermin yang dapat membuat pemiliknya tampak cantik menggiurkan. Cermin itu milik Linda (Kristin Ann), kakak Susan (Tonya Lynn). Susan berhasil memanfaatkan cermin itu dengan tuntunan sebuah buku. Ia lalu jadi incaran pria dimanapun berada. Para lelaki itu dikencaninya, sekaligus jadi tumbal untuk cermin yang selalu menuntut darah segar pria. Berbagai kematian mengundang kecurigaan pihak berwajib. Termasuk di antaranya, Yohanes (John F. Waroni), yang tahu akan keberadaan cermin itu. Susan dapat disadarkan oleh Yohanes, tapi Yohanes tertelan masuk cermin.

Seductress Berbahaya dimulai langsung dengan aksi: pencuri berlomba menjauh dari polisi. Sopir terus meninju penumpangnya. Mereka menembakkan senjata otomatis ke polisi. Mereka berakhir dalam kecelakaan di dekat kuburan, dan salah satu dari mereka mendapatkan jari terputus. Jari itu bergerak ke arah apa yang tampak seperti cermin kompak, yang memunculkan penyihir mati atau sesuatu seperti itu. Gerakan jari itu sangat lucu. Kelihatannya seperti melompat ke ujung jari, kecuali ujung jari tidak pernah menyentuh tanah - jari seperti melayang. Cowok efek khusus, dalam dua tambahan terpisah pada DVD, menyatakan bahwa cara jari bergerak bukanlah apa yang ada dalam pikirannya, tetapi bahwa orang Indonesia yang bertanggung jawab atas itu. Saya tidak yakin apakah dia ada dalam pikiran untuk jari untuk melompat di ujung benar-benar menyentuh tanah, atau mungkin merangkak seperti cacing inci. Tapi caranya bergerak sangat aneh dan mudah diingat.

Sementara itu, seorang model diberikan buku kuno sihir Indonesia. Saya pikir itu adalah hadiah aneh untuk diberikan seorang model! Kakak perempuannya diperkosa dan dipukul kepalanya oleh suami atau pacar yang kasar. Dia melarikan diri untuk bergabung dengan saudari teladannya di Indonesia. Kakaknya harus pergi ke Bali untuk sesi pemotretan, dan ia ditinggalkan di rumah dengan buku itu. Dengan bodoh, dia membaca dari itu, yang menyihir penyihir. Dia kemudian mulai merayu dan membunuh pria, sesekali berkonsultasi dengan penyihir melalui cermin.

STUDIO ENTERTAINMENT USA
P.T. SORAYA INTERCINE FILM

TONYA LYNN
KRISTIN ANN
SHAHREZA R
JOHN F. WARONI
OTIS PAKIS
SIMON PS
BOY S. MARGANA
WILMAH SARAGIH


































































































































IRA MAYA DAN KATEK ATENG / 1979

IRA MAYA DAN KATEK ATENG
 
Film ini hampir sama dengan Ira Maya Putri Cinderella. Musikal drama. Yang dulunya mengangkat Ira Mayanya dalam cerita Eropha. Kali ini dikaitkan dengan cerita Indonesia. Dipakai Kakek Ateng, pelawak yang bertubuh kecil ini kerap kali akrab dengan anak-anak/ kareakter dalam filmnya kebanyakan kanak-kanak. Kali ini menjadi Kakek. Sedangkan Nama pelawak Ateng ini akbrab sekali dengan anak-anak. Apakah karena ia bertubuh kecil, atau karena sejumlah filmnya komedi dan bersikap kekanak-kanakan?


Tetapi film ini tetap memakai nama Ira Maya Sofa yang sangat ngetop sebagi penyanyi untuk anak-anak saat itu.

Ira (Ira Maya Sopha) yang hidup dengan kakeknya Ateng (Ateng) di sebuah desa, sangat saling mengasihi hingga orang tua Ira sulit untuk memisahkan mereka. Suatu hari, akibat jatuh dari naik sepeda, Ira terluka. Luka itu ternyata tak sembuh-sembuh, malah diketahui Ira mengidap kanker. Amputasi harus dijalankan. Kakek Ateng sangat menderita menghadapi malapetaka cucu yang disayanginya ini

P.T. AKURAMA FILM

IRA MAYA SOPHA
ATENG
ISKAK
KARDJO AC-DC
SUP YUSUP
SUMIATI
DINA MARIANA
RIA IRAWAN
RASYID SUBADI
MUTIA DATAU
LILI NUR INDAHSARI





 


SELIR ADIPATI GENDRA SAKTI / 1991



Adipati Gendra Sakti (Dolly Martin) tidak berkutik oleh kekuatan daya pikat Sarita (Lela Anggraini), hingga mengganggu pemerintahannya. Gurunya, Panembahan Ciptaning (Aries Mukadi), berusaha memberi nasehat. Namun, Gendra Sakti malah menangkapnya karena hasutan Sariti. Kejadian ini mengundang turun tangan murid kesayangan Ciptaning, Jaka Galing (EK Soemadinata). Sayang, Ciptaning tak terselamatkan karena keburu diracuni oleh Sariti. Lebih dari itu, Sariti telah pula membunuh istri Gendra Sakti, Cahya Ningsih (Hesty Syani), dan anaknya. Setelah semua itu, Sariti berusaha pula membunuh Gendra Sakti. Jaka Gading tak dapat lagi menahan diri dan akhirnya membunuh Sariti.

P.T. VIRGO PUTRA FILM

LELA ANGGRAINI
E.K. SOEMADINATA
DOLLY MARTIN
HESTI SYANI
JACK MALAND
ARIES MUKADI
MANDRA GUNA
EMRI MARGONO
HERU SUTANTO

RATU BUAYA PUTIH / 1988



Persaingan pawang buaya membuat Sumarna gelap mata dan merebut sebuah jimat milik Ratu Buaya Putih dari tangan teman seperguruannya. Konon jimat tersebut dapat membuat seorang pawang buaya menundukkan buaya seganas apapun.


Sumarna pun berhasil merebut jimat tersebut. Meski demikian, ia terkena kutukan dari si pemilik sah jimat tersebut yakni, keturunannya akan mati. 20 tahun kemudian, dua anak Sumarna meninggal. Anak pertama Sumarna mati dikolam buaya dan sementara yang kedua mati tertabrak motor. Kini Hanya tinggal anak perempuan Sumarna, Murti, yang juga dibayang-bayangi maut.

 
Sumarna lalu mengeluh pada janda muda desa itu, Larsih (yang ternyata adalah Ratu Buaya Putih) dan telah dirasuki arwah rekan seperguruan yang dibunuh Sumarna. Rahasia Ratu Buaya Putih ini diungkap oleh Parlan, tokoh alim desa yang juga adalah adik suami istri korban pembunuhan yang didalangi oleh Sumarna. Akhirnya Buaya Putih dapat dikalahkan dan Murti serta Jeffry, rekan bisnisnya dapat diselamatkan.
P.T. SORAYA INTERCINE FILM

LUPA ATURAN MAIN / 1990

 
 
 




















Perampok misterius beraksi. Rumah yang ditempati Dono (Dono) Kasino (Kasino), Indro (Indro), Anneke (Intan Fully) dan Sofia (Eva Arnaz) geger. Mereka bertekad menangkap perampok itu. Melalui koran yang memberitakan keberanian Dono menantang perampok, diatur strategi menangkap perampok itu. Perampok muncul. Dono dan kawan-kawan langsung meringkus dengan memberi makan onde-onde beracun. Setelah perampok teler, datang orang berseragam Polisi yang sedang menyamar. Dalam keadaan gawat, Sofia membujuk Polisi palsu dengan onde-onde, hingga teler pula.

P.T. SORAYA INTERCINE FILM

INTAN FULLY
EVA ARNAZ
WARKOP DKI
LEO ADI SLAMET
HENKY SOLAIMAN
DIDING BONENG
YENNY FARIDA
ILLA DOTH
EMRI MARGONO
HERU SUTANTO
NANANG DURACHMAN
RINI S. BONO